Kilasbnn – Jakarta I Pencegahan penyalahgunaan narkotika tidak melulu soal penegakan hukum dan kampanye formal. Ada kalanya, pendekatan yang menyentuh kedalaman nurani, nilai-nilai kebudayaan, dan kekuatan spiritual justru menjadi bahasa paling ampuh dalam membangun benteng ketahanan masyarakat.
Semangat itulah yang terpancar dalam gelaran malam renungan Majelis Nyala Purnama #13. Diselenggarakan dalam rangka memperingati Hari Anti Narkotika Internasional (HANI), acara yang berlangsung di Selasar Gedung Makara Art Center Universitas Indonesia (UI), Depok, Jawa Barat, Selasa (30/6) ini berdiri sebagai bentuk keprihatinan kolektif atas maraknya kasus narkotika yang melahap masa depan generasi muda.
Kegiatan ini lahir dari kolaborasi erat antara Badan Narkotika Nasional (BNN), Direktorat Kebudayaan UI, Urban Spiritual Indonesia, serta Komoenitas Makara.
Memadukan Seni, Budaya, dan Keheningan Spiritual
Berbeda dari seremoni kaku pada umumnya, malam renungan ini dirancang sederhana namun sarat makna mendalam. Mengusung tema “Membangun Strategi Preventif dalam Membentuk Kesadaran Budaya Bersih Narkoba”, ruang refleksi ini memadukan pertunjukan budaya dengan olah batin.
Selasar Makara Art Center dihidupkan oleh alunan musik, gerak tari yang penuh penghayatan, pembacaan puisi yang menyentuh, orasi budaya, hingga sesi talkshow edukatif. Seluruh rangkaian tersebut kemudian ditutup dengan meditasi bersama di bawah naungan malam, menciptakan momentum keheningan yang menggetarkan hati para hadirin.
Deputi Pencegahan BNN RI, M. Zainul Muttaqien, menyampaikan apresiasi mendalam atas sinergi lintas sektor yang melibatkan kalangan akademisi, budayawan, dan komunitas spiritual ini.
“Malam ini bukanlah sekadar sebuah seremoni. Malam ini adalah ruang keheningan bagi kita untuk berhenti sejenak dari hiruk pikuk kehidupan, menundukkan kepala, mengetuk hati nurani, dan merenungkan betapa besar dampak penyalahgunaan narkotika terhadap kehidupan manusia,” tegas Zainul Muttaqien dalam sambutannya.
Beliau menambahkan bahwa kolaborasi ini membuktikan bahwa sinergi antara pemerintah, komunitas, dan budayawan adalah kekuatan raksasa untuk menumbuhkan budaya saling menjaga berbasis kemanusiaan.
Keluarga: Benteng Terdepan di Tengah Kompleksitas Ancaman
Di sela-sela nuansa kontemplatif, sesi talkshow menghadirkan sudut pandang komprehensif mengenai peta ancaman narkotika saat ini. Hadir sebagai narasumber, Deputi Rehabilitasi BNN RI, dr. Bina Ampera Bukit, serta Anggota Kelompok Ahli BNN yang juga pakar kriminologi, Prof. Drs. Adrianus Meliala.
Keduanya menyoroti bahwa modus peredaran narkotika saat ini makin kompleks dan menyasar hingga ke celah terdekat masyarakat. Oleh karena itu, keluarga diidentifikasi sebagai fondasi paling krusial dalam strategi pencegahan. Ketahanan keluarga, komunikasi yang terbuka, serta pengawasan berlandaskan kasih sayang adalah tempat pertama di mana ancaman narkoba bisa dipatahkan.
Menatap Masa Depan Indonesia yang “Bersinar”
Acara yang berlangsung hangat ini diakhiri dengan meditasi bersama. Dalam suasana tenang dan penuh perenungan, para peserta diajak untuk menyelaraskan pikiran dan meneguhkan kembali komitmen pribadi maupun kelompok.
Majelis Nyala Purnama #13 bukan sekadar peringatan tahunan, melainkan sebuah ikhtiar untuk merawat harapan. Melalui sentuhan budaya dan spiritualitas, BNN bersama seluruh elemen masyarakat optimistis dapat mewujudkan Indonesia yang sehat, bersih dari narkoba (Bersinar), dan beradab. (admin)












